Sabtu, 23 April 2011

Absolut Gel


ABSOLUT gel

Bahan Herbal Alami, Tidak ada Efek Samping!

Dalam 1 BOX kecil kemasan ABSOLUT Gel berisi 3sachet.


ABSOLUT Gel – Obat Luar Atasi Ejakulasi Dini


ABSOLUT Gel adalah ramuan SINO USA COLLABORATION TECHNOLOGY khusus untuk pria dewasa. Mengandung bahan alami yang terdiri dari rempah-rempah pilihan khas daerah banten dan tidak mengandung bahan kimia. Rempah-rempah tersebut diolah sedemikian rupa melalui teknologi farmasi yang baik menjadi ABSOLUT Gel yang memberikan khasiat sebagai antiseptik lokal dan juga sangat berkhasiat untuk mengobati atau mencegah ejakulasi dini. Ramuan ini tidak lengket dan mudah dicuci dengan menggunakan air. ABSOLUT Gel tidak mengandung Lidocaine, tidak menyebabkan baal / tidak menyebabkan mati rasa.

Komposisi tiap 5 ml ABSOLUT Gel Mengandung:


ABSOLUT Gel Bahan Herbal Alami, Tidak ada Efek Samping! Aman untuk digunakan setiap haripun!

Cara Penggunaan ABSOLUT Gel:
  • Gunting sedikit saja atau tusuk dengan jarum disudut kantong / saset ABSOLUT
  • Keluarkan kurang lebih 3 ( tiga ) tetes ABSOLUT Gel pada ujung telunjuk tangan
  • Oleskan di Penis Khususnya bagian Uretra
    Akan timbul rasa hangat ( Menandakan Produk bekerja dengan baik )
  • Biarkan Meresap minimal 15 menit atau lebih

  Pemakaian ABSOLUT Gel :
 
  • Bila Ejakulasi dirasakan terlalu lama ( Sampai 1 jam atau lebih ) cukup dioleskan hanya bagian batang penis saja
  • Bila Ejakulasi dirasakan terlalu cepat, maka ramuan atau gel cair yang dioleskan hendaknya lebih banyak
  • Penggunaan ABSOLUT Gel didaerah sejuk / dingin, rasa hangat akan jauh berkurang
  • ABSOLUT Gel bila dioleskan setiap hari dapat memperbesar batang penis tanpa adanya efek samping
  • Bila pada ABSOLUT Gel terjadi perubahan warna ( menjadi lebih gelap ), tidak akan mengurangi khasiatnya dan tetap dapat digunakan.



Setelah beberapa kali penggunaan umumnya para pengguna ABSOLUT Gel dapat mengetahui secara jelas karakter dari ABSOLUT Gel ini dan berapa banyak tetes ABSOLUT Gel yang digunakan. Sehingga dapat disesuaikan dengan pola seksual dari masing-masing pengguna.

ABSOLUT Gel tidak ada efek samping, hanya terasa rasa hangat yang merupakan reaksi alami dari ABSOLUT Gel, bahwa ABSOLUT Gel bekerja.

Cara Pakai Absolut Gel


Cara Pemakaian & Cara Kerja ABSOLUT Gel :

Cara pemakaian AbsolutGel:
  1. Oleskan 1/3 dari 1 sachet pada organ intim pria (terutama bagian bawah dari organ vital pria)
  2. Biarkan sampai herbal bereaksi dan terasa hangat (15 menit - 45 menit).
  3. Kemudian cuci dengan air dan sabun sampai bersih.
  4. Setelah dicuci bersih biarkan sampai rasa hangat menurun lalu siap untuk melakukan hubungan intim.
  5. Apabila melakukan hubungan intim akan lebih baik bila dibiarkan terlebih dahulu hingga rasa hangat telah menjadi reda.



    Untuk hubungan intim :

    Absolut akan optimal jika digunakan sesuai petunjuk diatas, bagi penderita ejakulasi dini parah bisa 1 atau setengah sachet yg di oleskan, bagi ejakulasi dini biasa cukup sepertiga sachet saja, anda akan mengetahui dengan sendirinya takaran pas nya (berbeda untuk tiap pria) setelah terbiasa memakainya.



    Untuk perawatan :

    Absolut Gel sangat baik digunakan 1-2 tetes saja tiap hari untuk ANTI SEPTIK (untuk menghindari jamur, bakteri berbahaya
    akibat keringat, celana dalam yang tidak bersih, hubungan intim yang terkontaminasi dengan penyakit dll)
Cara kerja Absolut Gel :



Setelah dioleskan secara merata obat akan meresap dan memperbesar pembuluh darah sehingga rongga pembuluh darah akan menekan ureter. Oleh karena itu guna mendapatkan hasil yang optimal oleskan Absolut Gel lebih tebal pada bagian batang bawah penis lalu oleskan di bagian batang atas serta kepala penis secukupnya. Rasa hangat yang ditimbulkan akan memberikan hasil yang maksimal guna membuka pembuluh darah agar obat meresap secara optimal.



Setelah dioleskan dan dicuci bersih manfaat obat akan bertahan 5- 8 jam.





1 BOX = isi 3 sachet kecil (lihat gambar diatas) + petunjuk pemakaian

1 sachet dapat digunakan
untuk 2-3x pemakaian sesuai kebutuhan.



Jika dihitung nilai ekonomis pemakaiannya :

hanya ± Rp.5.000,-/1x pemakaian

Bahan-bahan alami Absolut Gel


Statistics on Premature Ejaculation


Premature ejaculation is the most common male sexual dysfunction. Estimates of its prevalence vary because different definitions of premature ejaculation are often used.

The prevalence of lifelong and acquired premature ejaculation as defined by an intravaginal ejaculation latency time of less than two minutes is thought to be quite low (2–5%), but a much greater proportion of men (typically 20–30%) complain of premature ejaculation disorders in epidemiological studies. For example 23.8% of Australian men reported that they "came to orgasm too quickly" in the National Sex in Australia survey.

A study using a representative sample of the British population reported that a much lower proportion of men (11.7% of 16–44 year old men) experienced premature ejaculation at some point in the last year, though premature ejaculation was not defined for the respondents. This study also reported that the proportion of men who had experienced premature ejaculation in the past six months dropped to 2.7%, suggesting that the condition often comes and goes, but may affect a large proportion of men at some point in their life.

Risk Factors for Premature Ejaculation


Lifelong premature ejaculation is now thought to be an inheritable neurological condition. Individuals with first-degree relatives who suffer from premature ejaculation are predisposed to the condition.

Acquired premature ejaculation is associated with co-occurring conditions, including urethritis, prostatitis, hyperthyroidism, erectile dysfunction and obesity. Those who suffer from these conditions are more likely to experience acquired premature ejaculation than those who do not. It may also be caused by psychological factors such as relationship problems.

Premature Ejakulation


Premature ejaculation is a type of male sexual dysfunction, characterised by a man's inability to control ejaculation so that sex can continue long enough for both partners' satisfaction. Typically this means that the male partner will ejaculate shortly after penetration occurs. In severe cases, ejaculation may occur before penetration.

While the exact time at which a man's ejaculation can be considered premature is not well defined, time from penetration to ejaculation (intravaginal ejaculatory latency time) of less than two minutes usually indicates premature ejaculation.

Research suggests there is considerable variation in the ejaculation times of men who do not consider themselves to ejaculate prematurely and those who do. Some men who ejaculate very quickly do not perceive their ejaculation to be premature, while others may complain of lack of ejaculatory control despite taking relatively long times to reach orgasm. This indicates that factors other than ejaculation time (e.g. partner's sexual function, desired degree of control) also play a role in an individual's experience and complaint of premature ejaculation. Therefore, when diagnosing premature ejaculation, doctors usually take into consideration the severity of psychological complications in addition to the actual ejaculation latency time.

Regardless of how long a man takes to ejaculate, most doctors will consider his ejaculation premature only if his ejaculation time is causing distress to the individual, or interpersonal difficulty or sexual dysfunction within his relationship.

Gel

Gel (dari bahasa Latin gelu — membeku, dingin, es atau gelatus — membeku) adalah campuran koloidal antara dua zat berbeda fase: padat dan cair. Penampilan gel seperti zat padat yang lunak dan kenyal (seperti jelly), namun pada rentang suhu tertentu dapat berperilaku seperti fluida (mengalir). Berdasarkan berat, kebanyakan gel seharusnya tergolong zat cair, namun mereka juga memiliki sifat seperti benda padat. Contoh gel adalah gelatin, agar-agar, dan gel rambut.

Biasanya gel memiliki sifat tiksotropi (Ing.: thyxotropy) : menjadi cairan ketika digoyang, tetapi kembali memadat ketika dibiarkan tenang. Beberapa gel juga menunjukkan gejala histeresis.

Dengan mengganti cairan dengan gas dimungkinkan pula untuk membentuk aerogel ('gel udara'), yang merupakan bahan dengan sifat-sifat yang khusus, seperti massa jenis rendah, luas permukaan yang sangat besar, dan isolator panas yang sangat baik.

Pada 2005 sebuah efek sound induced gelation didemonstrasikan